
BAWANA - 7 Agustus 2025
Image by macrovector on Freepik
Microlearning adalah salah satu strategi pembelajaran yang hanya menggunakan informasi-informasi kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Biasanya microlearning ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya urgent.
Informasi-informasi kecil tersebut disajikan dalam berbagai bentuk media belajar, seperti video, artikel, ebook, audio, atau bentuk konten lainnya.
Strategi microlearning sendiri semakin banyak diminati dan digunakan seiringan dengan naiknya minat masyarakat terhadap konten berupa video pendek seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok.
Agar Anda lebih paham tentang microlearning, pada artikel ini, kami akan jelaskan apa saja keunggulan microlearning, bagaimana penerapannya, dan apa saja prinsip-prinsip yang digunakan dalam microlearning.
Berikut ini adalah tiga keunggulan utama yang dimiliki strategi microlearning dibanding dengan strategi pembelajaran konvensional.
Informasi-informasi kecil lebih mudah diingat dan diulang daripada informasi-informasi besar yang kompleks.
Artinya, pengetahuan peserta didik atau pelatihan yang diperoleh dari penerapan strategi ini cenderung lebih lama dan mudah untuk diingat atau diasosiasikan dengan pengetahuan baru nantinya.
Hal ini sesuai dengan teori kurva lupa Ebbinghaus, yang menunjukkan bahwa orang cenderung melupakan 80% dari pengetahuan yang mereka pelajari dalam sebulan jika tidak diulang.
Informasi-informasi kecil lebih menarik dan bervariasi daripada informasi-informasi besar yang disajikan atau cenderung bersifat monoton.
Hal ini sesuai dengan teori ARCS, yang membahas dan mengembangkan empat komponen motivasi belajar, yaitu attention, relevance, confidence, dan satisfaction.
Semakin variatif penyajian konten atau materi pembelajaran, maka minat dan perhatian peserta didik atau pelatihan terhadap konten atau materi tersebut juga semakin tinggi.
Beda dengan informasi-informasi besar dengan durasi yang panjang dan cenderung membutuhkan forum khusus untuk diskusi lebih mendalam, informasi-informasi kecil dapat diakses kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan dan preferensi peserta didik atau pelatihan.
Hal ini sesuai dengan konsep mobile learning, yang memanfaatkan teknologi mobile untuk mendukung proses belajar secara ubiquitous (dapat terjadi di mana saja dan kapan saja serta dalam waktu yang bersamaan).
Microlearning dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan bidang pembelajaran, seperti pendidikan formal, pendidikan nonformal, pelatihan karyawan, pengembangan diri, dan lain-lain.
Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan microlearning oleh lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan.
Duolingo adalah sebuah aplikasi populer yang digunakan untuk belajar bahasa asing dengan cara yang menyenangkan dan mudah.
Aplikasi ini menyajikan konten pembelajaran dan kuis dalam bentuk game interaktif yang mengajarkan kosakata, tata bahasa, pengucapan, dan keterampilan berbahasa lainnya dalam durasi singkat.
Microlearning PISA adalah sebuah program yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen GTK Kemendikbudristek) untuk mempersiapkan guru dan peserta didik untuk menghadapi survei PISA (Programme for International Student Assessment).
PISA adalah asesmen skala internasional yang menilai kompetensi abad 21 dalam hal literasi membaca, literasi matematika, dan literasi sains.
Pada program ini, Dirjen GTK Kemendikbudristek menggunakan video-video pendek yang menjelaskan konsep-konsep penting terkait dengan PISA.
TED-ed adalah sebuah platform edukasi berbasis digital yang menyediakan video-video edukatif buatan para ahli dari berbagai bidang ilmu.
Video-video ini mengajarkan topik-topik menarik dan bermanfaat dalam waktu kurang dari 10 menit.
Dan tahukah Anda? Konten eksklusif TED-Ed juga tersedia dan dapat diakses dari libraries BAWANA.
Selain TED-Ed, Anda bisa memilih konten untuk microlearning dari libraries BAWANA yang sudah terintegrasi dengan berbagai sumber konten luar lainnya, seperti Skillsoft’s Percipio, LinkedIn Learning, YouTube.
Untuk membuat microlearning yang efektif dan bermakna, ada beberapa prinsip dan praktik terbaik yang perlu diperhatikan, yaitu:
Demikian artikel singkat tentang apa itu microlearning, apa saja keunggulannya, platform apa saja yang menerapkannya, serta apa saja prinsip dan best practice dalam menggunakan microlearning.
Semoga penjelasan ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi Anda untuk menciptakan pengalaman belajar bagi karyawan Anda dengan lebih fokus dan menarik melalui penerapan microlearning.***
Sumber:
No telepon : +62 (21) 537 29 09
No HP : +62 812-9278-9875
E-mail : info@bawana.com
