5 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Agar Sukses Sebagai Instructional Designer
Menjadi seorang Instructional Designer (ID), berarti Anda akan diminta untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi berbagai macam solusi pengalaman pembelajaran yang diharapkan efektif dan bermakna bagi peserta pelatihan.

Image by macrovector on Freepik
Menjadi seorang Instructional Designer (ID), berarti Anda akan diminta untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi berbagai macam solusi pengalaman pembelajaran yang diharapkan efektif dan bermakna bagi peserta pelatihan.
Seorang ID harus dituntut untuk kompeten dan punya wawasan yang luas terkait berbagai aspek, seperti teori belajar, desain instruksional (tentunya), teknologi pembelajaran, komunikasi, dan manajemen proyek.
Untuk mampu menjalankan tugas dan memenuhi ekspektasi tersebut dengan baik, ada beberapa keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang ID.
Apa sajakah keterampilan yang dimaksud?
1. Keterampilan Analitis
Keterampilan analitis adalah kemampuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data dan informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah pembelajaran.
Keterampilan ini penting untuk membantu ID menentukan tujuan, sasaran, dan konteks pembelajaran, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik atau pelatihan.
Sebagai contoh, katakanlah seorang ID diminta untuk membuat kursus e-learning tentang keselamatan kerja bagi karyawan sebuah pabrik.
ID tersebut harus melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan, seperti dokumen perusahaan, wawancara dengan manajer dan karyawan, survei online, atau observasi langsung.
Dari data tersebut, ID dapat mengetahui apa yang harus dipelajari oleh karyawan, apa yang sudah mereka ketahui, apa yang menjadi tantangan atau hambatan mereka, serta apa yang menjadi motivasi atau harapan mereka.
2. Keterampilan Kreatif
Seorang ID haruslah kreatif agar dia bisa menciptakan solusi pembelajaran yang inovatif, unik, dan menarik bagi peserta didik atau pelatihan.
Keterampilan ini penting untuk membantu ID menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang berbeda dari biasanya, sehingga dapat meningkatkan minat, perhatian, dan keterlibatan peserta didik atau pelatihan terhadap proses belajar mengajar.
Kita ambil contoh, katakanlah seorang ID ditugaskan untuk membuat kursus e-learning tentang pentingnya product knowledge bagi para customer service representative dari suatu bank.
ID tersebut harus bisa membuat konten e-learning yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif dan menyenangkan.
Salah satu inovasi yang bisa dilakukan misalnya menyajikan konten pembelajaran dalam bentuk game yang mengajak peserta pelatihan untuk mencocokkan nama produk bank dengan deskripsi yang tepat sesuai pedoman dari perusahaan.
Atau, ID tersebut juga bisa membuat sebuah video animasi yang menjelaskan informasi tentang berbagai produk terbaru yang dihasilkan oleh perusahaan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menarik untuk disimak.
3. Keterampilan Teknis
Yang dimaksud keterampilan teknis dalam konteks profesi ID yaitu kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak dan bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk mengembangkan konten pembelajaran.
Dengan keterampilan ini, seorang ID jadi mampu membuat konten e-learning yang interaktif, menarik, dan responsif.
Beberapa keterampilan teknis yang biasanya harus dikuasai oleh ID antara lain adalah Adobe Captivate, HTML5, CSS3, JavaScript, dan lain-lain.
Namun, penguasaan tools yang siapa pakai seperti Canva, Quizziz, atau Loom juga bisa termasuk dalam kategori keterampilan teknis.
Katakanlah Anda adalah seorang ID yang ditugaskan untuk membuat kursus e-learning tentang berbagai profesi yang dibutuhkan di industri e-learning bagi suatu perusahaan edutech baru.
Anda harus menggunakan keterampilan teknis Anda untuk membuat konten e-learning yang relevan dengan topik tersebut menggunakan berbagai media seperti teks, gambar, audio, video, animasi, dan simulasi.
Anda dapat menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML5, CSS3, dan JavaScript untuk membuat sebuah kuis interaktif tentang tugas dan tanggung jawab dari masing-masing profesi yang telah dijelaskan.
Atau jika Anda dikejar waktu, Anda juga bisa menggunakan tools siap pakai seperti Quizziz atau Kahoot untuk tujuan yang sama.
4. Keterampilan Komunikasi
Keterampilan komunikasi, dalam konteks profesi ID, adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pihak yang terlibat dalam proyek penyusunan skenario pembelajaran, seperti klien, Subject Matter Expert (SME), trainer, developer, evaluator, dan lain-lain.
Keterampilan komunikasi adalah keterampilan yang vital untuk dimiliki seorang ID karena sangat membantu ID dalam memahami kebutuhan dan harapan klien, mendapatkan masukan dan saran dari SME, berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tim kerja, serta menyampaikan hasil dan laporan proyek pembelajaran dengan akurat.
Sebagai contoh, misalkan seorang ID diminta untuk membuat kursus e-learning tentang manajemen stres bagi karyawan sebuah bank.
ID tersebut harus menggunakan keterampilan komunikasinya untuk berinteraksi dengan berbagai pihak, dengan detail sebagai berikut:
- Klien: ID akan banyak berdiskusi dengan klien terkait tujuan, sasaran, anggaran, batas waktu, dan standar kualitas proyek pembelajaran. ID juga harus memberikan update dan feedback secara berkala kepada klien tentang perkembangan proyek pembelajaran yang dikembangkan.
- SME: ID harus berkomunikasi dengan SME untuk mendapatkan informasi dan materi yang akurat dan relevan tentang topik manajemen stres. ID juga harus meminta validasi dan revisi dari SME tentang konten pembelajaran yang telah diproduksi.
- Trainer: ID harus memberikan briefing dan pelatihan tentang konten e-learning yang telah dibuat kepada trainer yang bertanggung jawab. ID juga harus mendapatkan umpan balik dari trainer tentang efektivitas dan kualitas konten e-learning.
- Developer: ID akan banyak berdiskusi dengan developer terkait memberikan spesifikasi teknis dan desain instruksional tentang konten e-learning yang akan dikembangkan. ID juga harus melakukan review dan pengujian terhadap tentang konten e-learning yang telah selesai dibuat bersama developer yang bersangkutan.
- Evaluator: ID harus berkomunikasi dengan evaluator untuk menentukan metode dan instrumen evaluasi yang akan digunakan untuk mengukur hasil pembelajaran. ID juga harus menganalisis dan menyajikan data evaluasi kepada klien dan tim kerja.
5. Keterampilan Manajemen Proyek
Seorang ID harus memiliki keterampilan manajemen proyek, yaitu kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi proyek pembelajaran secara efisien dan efektif.
Keterampilan ini penting dimiliki oleh ID agar dia bisa menyelesaikan proyek pembelajaran sesuai dengan batas waktu dan standar kualitas yang ditetapkan.
Sebagai contoh, Anda adalah seorang ID yang ditugaskan untuk membuat kursus e-learning tentang pengembangan kepemimpinan bagi manajer sebuah perusahaan.
Sebagai ID, Anda harus menggunakan keterampilan manajemen proyek Anda untuk melakukan hal-hal berikut:
- membuat rencana proyek yang mencakup tujuan, sasaran, ruang lingkup, anggaran, jadwal, sumber daya, risiko, dan stakeholder proyek pembelajaran;
- mengorganisir tim kerja yang terdiri dari SME, trainer, developer, evaluator, dan pihak lain yang dibutuhkan untuk proyek pembelajaran;
- mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan proyek pembelajaran, seperti rapat, diskusi, presentasi, review, testing, peluncuran, dan evaluasi;
- mengawasi proses-proses yang terjadi dalam proyek pembelajaran, seperti analisis kebutuhan, desain instruksional, pengembangan konten, implementasi konten, dan evaluasi hasil; serta
- mengevaluasi hasil proyek pembelajaran, baik dari sisi proses maupun produk, serta membuat laporan akhir yang mencakup kesimpulan, rekomendasi, dan pelajaran yang dapat dipetik dari proyek pembelajaran yang telah dibuat.
Kesimpulan
Sebagai sosok yang berperan aktif dari tahap rencana hingga evaluasi suatu proyek pembelajaran, seorang ID harus memiliki lima keterampilan utama agar dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Lima keterampilan tersebut yaitu berpikir analitis, berpikir kreatif, menguasai aspek teknikal, kemampuan komunikasi yang baik, serta manajemen proyek yang efisien.
Selain itu, seorang ID juga harus mampu berpikir cepat dan tanggap terhadap perkembangan teknologi pembelajaran.
Semoga dengan penjelasan ini, Anda jadi lebih paham apa saja tuntutan profesi seorang ID dan bisa membantu Anda untuk mengenali apa saja keterampilan yang masih perlu Anda asah lagi sebagai seorang ID. ***
Sumber:
- https://www.ispringsolutions.com/blog/top-5-instructional-designer-skills
- https://www.learndash.com/must-have-skills-to-look-for-when-hiring-an-instructional-designer/
- https://www.indeed.com/career-advice/resumes-cover-letters/instructional-design-skills
- https://onlinedegrees.sandiego.edu/top-instructional-design-skills/
Capai tujuan pembelajaran Anda dengan BAWANA.
Dalam 30 menit, lihat bagaimana kami menghubungkan pembelajaran dengan penerapan skill dan hasil bisnis nyata.